Rabu, 03 Desember 2008

ASMA'UL HUSNA : Ar-Rahmaan

Asma’ul Husna :

Ar – Rahmaan

Ar – Rahmaan adalah salah satu nama Allah yang baik (asma’ul husna), nama tersebut mengandung berbagai makna yang banyak, dapat melingkupi sifat kasih sayang, perasaan iba, kebajikan dan kedermawanan. Berbagai makna ini berarti bahwa Allah dapat senantiasa melimpahkan sifat penyayangNya kepada semua mahluk-Nya di dunia ini tanpa perbedaan, baik kepada manusia beriman pada-Nya maupun pada orang-orang kafir, termasuk pada hewan dan tumbuhan.
Allah Maha Pengasih karena Allah senantiasa mencurahkahkan berkah, rizki, kehidupan dan kemakmuran kepada semua ciptaan-Nya.
Dalam Al – Qur’an ar – Rahman disebutkan dalam ayat-ayat berikut : Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang (al-Fatihah : 1); Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang (al-Fatihah : 3; dan al-Baqarah : 163); Namun, mereka yang ingkar akan Tuhan Yang Rahman! (Ar-Ra’d : 30); Katakanlah, “Serulah Allah, serulah ar – Rahman.” (al-Isra : 110); Aku berlindung kepada (Allah) Yang Maha Pengasih (Maryam : 18); Aku telah bernazar akan berpuasa kepada (Allah) Yang Maha Pengasih. Karena itu aku tidak bicara kepada insan mana pun hari ini (Maryam : 26); Wahai ayahku! Janganlah menyembah setan, karena setan itu durhaka kepada (Allah) Maha Pengasih (Maryam : 44); Wahai ayahku! Sungguh aku khawatir kau akan ditimpa azab dari Tuhan Maha Pengasih sehingga kau menjadi kawan setan (Maryam : 45); Jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih ... (Maryam : 58); (Mereka masuk) surga-surga Adnin, yang dijanjikan (Allah) Maha Pengasih kepada hamba-Nya (yang percaya kepada) yang gaib. (Maryam : 61); Yang harus membangkang terhadap (Allah) Yang Maha Pengasih. (Maryam : 69).
Allah Yang Maha Pengasih bahwa kasih sayang merupakan salah satu kebaikan dari Allah. Hal ini dapat kita rasakan mulai dari helaan nafas kita menghirup udara, aktivitas organ tubuh kita bergerak menikmati kehidupan, kesehatan. Semua mahluk mendapatkannya, Allah mencurahkan kasih sayang-Nya tanpa pandang bulu. Kasih sayang Allah itu tidak mungkin dapat dihitung dan tidak ada habis-habisnya untuk kita syukuri.
Kita sebagai seorang muslim yang mu’min, seorang beragama Islam dan beriman kepada Allah, dalam mengsyukuri kasih sayang Allah Yang Maha Pengasih. Hal ini dapat dilakukan dengan menikmati semua karunia Allah terhadap tubuh dan kehidupan kita secara wajar dan sesuai dengan yang diperkenankan oleh Allah sebagai pencipta-Nya seperti digariskan dalam Qur’an dan Hadits. Menikmati makanan dan minuman yang halal sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Menjalankan aktivitas tubuh kita semua dilakukan dalam rangka beribadah kepada yang Maha Pengasih, dalam arti belajar, bekerja, istirahat sesuai dengan apa yang diperbolehkan dan tidak melanggar aturan dalam Qur’an dan Hadits dan semuanya ditujukan untuk beribadah. Kalau mampu aktivitas hidup kita itu terus ditingkatkan lagi untuk beibadah terus menerus. Yang semula hanya mengerjakan ibadah yang wajib saja terus ditingkatkan dengan mengerjakan ibadah yang disunnahkan. Hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari besok harus lebih baik lagi dari hari sekarang, agar kita terus mendapatkan limpahan kasih Yang Maha Pengasih.
Allah Yang Maha Pengasih melimpahkan kasih-Nya kepada semua mahluk tanpa pandang bulu, baik manusia beriman maupun kafir, baik hewan maupun tumbuhan. Dengan demikian kita sebagai hamba-Nya Yang Maha Kasih harus juga bersikap welas asih terhadap semua mahluk.
Kita bersikap welas asih terhadap sesama yang beriman harus mengasihi dengan membantu memberikan pertolongan semampu kita untuk sama-sama mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama-sama, melalui zakat, infak dan sadaqah. Termasuk sadaqah yang paling mudah dilakukan adalah dengan memberikan senyuman terhadap semua orang yang kita temui, dimana pun pada siapa pun, apalagi pada teman atau yang kita kenal.. Sedang infak dan sadaqah yang lebih memerlukan tindakan yang lebih besar adalah membantu pemulihan masyarakat Aceh pasca bencana tsunami misalnya. Termasuk juga memelihara persaudaraan, berbuat baik pada saudara dan tetangga serta juga rekan kerja. Cepat memecahkan segala persoalan secara adil dan bijaksana apabila terjadi perbedaan atau pertentangan pendapat dan kepentingan. Serta perbuatan baik lainnya sesuai yang dianjurkan dalam al – Qur’an dan al – Hadits.
Terhadap orang-orang yang tidak seiman dengan keyakinan kita juga tetap harus mengasihi dengan memberikan pertolongan semampu kita apabila mereka tertimpa kemalangan. Misalnya memberikan pertolongan pada korban bencana gempa di Nias. Termasuk juga kita menghormati mereka melaksanakan keyakinan agamanya, dalam arti tidak mengganggu dan menghalang-halangi mereka dalam melaksanakan keyakinan agamanya masing-masing, sejauh mereka juga tidak mengganggu ketentraman ibadah kita.
Selanjutnya kita juga harus bersifat welas asih terhadap mahluk hidup, hewan dan tumbuhan, adalah kita dengan memanfaatkannya secara wajar dan tidak berlebihan dan memenuhi kebutuhan makanan kita, atau kebutuhan kita lainnya. Tidak mengekploitasi alam secara semena-mena. Membantu mengembang biakan hewan-hewan tertentu. Ya kalau tidak dapat melakukan sendiri dilakukan dengan menghargai dan mendukung orang-orang yang bergerak dalam konservasi kelestarian alam. Dengan demikian tidak mungkin terjadi penggundulan hutan, musnahnya spiecies mahluk tertentu di muka bumi ini apabila kita bersandar dan berlandasarkan keyakinan kepada Allah Yang Maha Pengasih. (Dari berbagai sumber).***

0 komentar: